Selasa, 09 Juni 2009

REVIEW DAN TANGGAPAN LAGA KAMPANYE CAPRES-CAWAPRES

Kontes pemilu presiden memang tengah memasuki babak baru. Tiga pasangan besar pun telah resmi bersaing merebutkan kursi presiden dan wakil preiden. Kompetisi merebut perhatian dan dukungan masyarakat pun at terus dilakukan bahkan sejak mas kampanye ini belum dimulai. Telah diketahui pula peningkatan daftar pemilih tetap untuk pilpres bulan depan dibandingkan daftar pemilih tetap pada pilihan legislatif bulan April lalu. Harapan besar berada di pikiran masyarakat terkait dengan pemilihan orang nomor satu ini. Harapan untuk mencapai kesejahteraan bangsa dan negara. Pemilu ini merupaka pemilu langsung kedua yang akan diselenggarakan bangsa Indonesia setelah pemilu tahun 2004 silam.


Berjalannya waktu kampanye turut mempersibuk panitia pengawas pemilu terkait antisipasi kecurangan dan tindakan-tindakan yang tidak sportif lainnya yang dimungkinkan bisa terjadi pada pesta demokrasi tahun ini.


Momen besar ini tidak lepas dari kucuran milyaran dana kampanye dari berbagai pihak. Angka yang tidak sedikit untuk ukuran warga miskin \indonesia. Termasuk berbagai atribut yang turut memeriahkan pesta demokrasi ini. Milyaran dana mereka keluarkan demi mendukung dan menyokong laga capres dan cawapres pilihan. Terlebih minggu kampanye yang cukup panjang. Namun ternyata kesempatan besar tersebut, tidak semata-mata membuat tim sukses masing-masing pasangan capres-cawapres terkesan tergesa-gesa dan gegabah.


Hal tersebut terbukti bahwa pada hari pertama kampanye, 2 Juni lalu hanya pasangan JK-Win yang memasang iklan satu halaman penuh di surat kabar-surat kabar. Kemudian, baru pada hari kedua kampanye, pasangan SBY-Berbudi turut mengisi kolom koran-koran, itupun tidak semua koran ibukota. Bahkan, yang lebih terlihat santai, sampai pada hari ketiga kampanye pada 4 Juni lalu, pasangan Mega-Pro belum memasang iklan di satu surat kabar pun.


Ketiganya memang cenderung memilih media Televisi sebagai penyalur visi misi mereka dalam merebutkan simpati masyarakat. Tetapi walaupun deikian, iklan tersebut juga terlihat belum maksimal sampai hari ke tiga. Waktu dan tema penayanagn iklannya juga terkihat masih jarang dan pengambilan temanya oun tekesan belum begitu fokus.


JK-Win dengan menonjolakn bandara dan sepatunya, SBY-Berbudi dengan lagu jingle ‘indomie’ dan kebersamaan keluarganya serta Mega-Pro yang tak mau kalah dengan tema pulau tenggelamnya. Kesemua tema tersebut bagi beberapa pihak masih terliaht cukup luas dan belum begitu meninju perhatian masyarakat. Padahal, masa kampanye telah berjalan di hari ketiga terhitung dari tanggal 2 hingga 4 Juni.


Banyak penduggan yang muncul dari berbagai kalangan terkait gaya kampanye capres-cawapres tahun ini. Bias jadi gebrakan kampanye baru akan dimunculkan di akhir masa kampanye.


Begitulah dunia politik yang seringkali kurang bisa dipahami masyarakat. Sebesar apapun upaya mereka, itulah yang akan menjadi pendorong masyarakat sebagai pemegang poin utama dalam menentukan pilihan. Siapa yang pendukung itulah yang menang. Terlepas dari adanya kecurangan atau tidak tampaknya hasil akhir kemenangan yang akan dicapai adalah tumpuan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semua kembali kepada kita, siapakah yang memang pantas memimpin negeri tercinta ini. Dan semoga ilihan rakyat adalah pilihan yang terbaik untuk kemajuan dan kemandirian bangsa. Dan mereka yang kalah tetap membusungkan dada serta turut mendukung proses perbaikan dan keberlangsungan negara ini.

1 komentar:

  1. ... [Trackback] ...

    [...] Informations on that Topic: shafiyyah.blog.uns.ac.id/2009/06/09/review-dan-tanggapan-laga-kampanye-capres-cawapres/ [...] ...

    BalasHapus