Minggu, 13 Juni 2010

LOGISTICS AND SUPPLY CHAIN INFORMATION SYSTEM

Arsitektur Sistem Informasi Manajemnen Logistik dan Supply Chain


Tujuan utama teknologi informasi dalam supply chain adalah menghubungkan titik produksi dengan titik penjualan dengan sebaik-baiknya. Idenya adalah mampu melacak gerak produk seperti dalam keadaan fisiknya. Caranya antara lain mengumpulkan informasi setiap produk, mengakses setiap data dalam sistem, menganalisisnya, dan melakukan perencanaan berdasarkan data yang diperoleh.


11111111111111111111


Membangun sebuah arsitektur sistem informasi korporat terpadu yang baik dapat dimulai dari melihat siapa saja yang membutuhkan teknologi tersebut. Paling tidak ada empat orang yang membutuhkannya (http://enikusuma.wordpress.com):


1)Konsumen atau pelanggan (end-consumers), karena sesungguhnya karena merekalah sebuah bisnis ada, sehingga mereka pasti membutuhkan berbagai jenis informasi terkait dengan produk atau jasa yang mereka beli dan konsumsikan;


2)Manajemen, karena merekalah yang merupakan penggerak utama dari pengelolaan sebuah perusahaan dimana mereka membutuhkan suatu sistem informasi yang dapat dihandalkan untuk membantu mereka dalam memutuskan kebijakan-kebijakan maupun mengambil keputusan-keputusan strategis maupun taktis yang berkualitas;


3) Staf, karena pada level operasional, merekalah yang sehari-hari berhadapan langsung dengan aktivitas penciptaan produk maupun jasa yang tentu saja membutuhkan sangat banyak informasi sebagai sumber daya utama; dan


4)Rekanan bisnis (business partners), merekalah yang menjadi pemasok bahan-bahan maupun sumber daya-sumber daya lain yang dibutuhkan perusahaan untuk beroperasi menghasilkan beragam produk dan jasa.


Logistics Data Warehousing and Decision Support System


Warehouse adalah bagian dari sistem logistik yang menyediakan/menyimpan produk (raw material, parts, goods in process (WIP), finish goods dan menyediakan informasi kepada managemen tentang status, kondisi, pembagian barang/produk yang akan disalurkan (Bowersox, 2002).


Database adalah sebuah model bisnis proses untuk yang mengumpulkan dan menyimpan data. Model ini ditentukan oleh tingkat detail dalam data itu collects. Desain setiap database harus seimbang antara sangat agregat data pada satu ekstrim dan sangat rinci data pada lainnya yang ekstrim (Willey dan Sons, 2003).


Inisiatif Future Store berfokus pada pengembangan proses baru dalam manajemen persediaan dengan menggunakan teknologi RFID. Merchandise barang dapat dilacak di berbagai lokasi seperti mereka bergerak dari satu ujung pasokan rantai ke dalam gudang pusat dan untuk pengiriman dan penyimpanan barang dan rak filing. Menggunakan data yang diambil dari tag RFID, barang dapat mengatur kembali sesuai dengan permintaan dan persediaan memeriksa keselamatan. Semua barang diurutkan pada RFID-tagged palet di sebuah gudang pusat sebelum mereka dikirim ke Store berikutnya. Data diambil dari tag RFID ditransfer ke sistem manajemen merchandise RFID elektronik, memungkinkan barang untuk didaftarkan dengan informasi masing-masing dalam sistem. Setelah terdaftar, lokasi barang dapat dilacak di seluruh seluruh rantai logistik (Myerson, 2006).


Ketika siap, pallet dimuat akan dipindah ke zona keluar dari pusat gudang, di mana gerbang elektronik diinstal dengan perangkat membaca RFID. Ketika melewati gerbang ini, data dalam chip dari tag ditempelkan pada karton dan palet ditransmisikan ke sistem manajemen barang dagangan. Pada saat barang diterima di Future Store, karyawan pengangkutan palet dari truk melalui gerbang RFID di pintu masuk backstore. Data dari chip pada setiap pallet dan peti dibaca. Setelah barang sistem manajemen diperbarui, karyawan supermarket dapat membandingkan barang yang diterima dengan perintah untuk menentukan apakah perintah itu dipenuhi atau jika barang sudah berakhir-dikirim, di bawah-dikirim, atau hilang (Myerson, 2006).


Setelah barang diserahkan untuk penyimpanan di ruang belakang Store berikutnya, setiap posisi penyimpanan ditempelkan dengan tag RFID. Ketika menyimpan barang, karyawan menggunakan scanner genggam untuk membaca tag ini ke dalam sistem. Saat mengambil barang ke ruang penjualan untuk mengisi kembali rak-rak, karyawan melewati gerbang RFID di pintu keluar area backstore, di mana data pada chip RFID ditempelkan di karton diambil untuk transmisi ke merchandise sistem manajemen. Karton yang tidak dapat dikosongkan karena kurangnya ruang rak dikembalikan ke daerah backstore. Saat mereka lulus pada gerbang, data tag diperbarui dan kemudian ditransfer ke sistem. Ketika barang dikosongkan dari kartonnya, tag RFID dinonaktifkan (Myerson, 2006).


Semua peristiwa ini terjadi dalam lingkungan paperless melalui pertukaran data elektronik. Elektronik data interchange (EDI) adalah tempat rutin bisnis transaksi akan dikirim melalui jalur komunikasi standar (seperti sebagai saluran telepon) antara komputer dalam sebuah perusahaan atau komputer perusahaan dan vendor. Contoh EDI dalam sebuah perusahaan adalah pada saat order Catatan, informasi tentang perintah yang ditransmisikan secara elektronik untuk pengiriman atau operasi untuk pemilihan pesanan dan pengiriman, untuk account, untuk tujuan penagihan, penjualan untuk verifikasi pesanan, dan sebagainya (Muller, 2003).


Contoh EDI dengan vendor adalah tempat Anda secara elektronik perintah langsung dari komputer peursahaan ke vendor komputer. Komputer penjual kemudian menegaskan elektronik ketertiban dan mengirimkan informasi tentang perintah untuk vendor pengiriman dan departemen akuntansi. Vendor komputer elektronik juga memberitahukan pembawa pengiriman mendatang. Komputer induk elektronik mengkonfirmasikan pickup dan menyediakan vendor dengan pickup dan penyampaian informasi. Itu penjual komputer kemudian memberitahukan komputer Anda dari tanggal, waktu, dll dari pengiriman mendatang. Semua ini akan menyelesaikannya tanpa campur tangan manusia. Untuk EDI untuk bekerja, semua peserta sistem harus menyetujui aturan ketat tentang isi pesan, format, dan struktur (Muller, 2003).


Irfan subakti (2002) menjelaskan bahwa definisi awal DSS (Decision Support System) adalah suatu sistem yang ditunjukkan untuk mendukung manajemen pengambilan keputusan DSS atau SPK adalah sistem berbasis komputer yang interkatif, yang membantu pengambilan keputusan, memanfaatnkan data dan moodel untuk menyelesaikan masalah-masalah tak terstruktur.


Manajemen Logistik Berbasis Web


Sistem informasi ini bertujuan untuk memberikan informasi yang dapat menambah produktifitas kerja (efisiensi) bagi pihak-pihak yang terkait dengan aktivitas logistik. Disamping itu penggunaan sistim informasi dapat digunakan oleh pihak manajerial untuk memberikan kebijakan logistik sehingga kualitas layanan logistik dapat ditingkatkan.


Data yang digunakan pada perancangan sistem informasi ini diperoleh dari hasil wawancara karyawan, dan dengan mengumpulkan dokumen yang terdapat pada tempat studi kasus ataupun literatur pustaka. Perancangan program aplikasi pada perancangan sistem informasi ini menggunakan metode terstruktur, program aplikasi sistem informasi dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (Personal Home Page) yang didukung database MySQL pada Operating System Windows (Rato, 2008).


SCM adalah suatu entitas yang terpisah dari Teknologi RFID. Ini adalah sebuah sistem back-end untuk infrastruktur RFID. Meskipun interface atau konektor menghubungkan entitas ini melalui middleware teknologi, variasi dalam kinerja, kehandalan, dan kecepatan tidak MEA- sured dan dioptimalkan di Studi Perintis Tahap.


Di sini kita perlu mengoptimalkan inventaris melalui optimiza- SI sistem. SCM tidak dapat sencara terpisah mengoptimalkan persediaan, hanya melacak gerakan dari satu titik ke titik lain dalam rantai pasokan. Aspek penting lainnya tahap jatuh tempo pemantauan kecuali real-time. Kita harus berfokus bagaimana pelacakan inventaris dan transportasi harus dipantau dan diukur secara statistik dalam monitoringnya.


Sekarang, mari kita lihat bagaimana RFID dapat dihubungkan dengan layanan Web terlepas dari vendor, dilihat sebagai cara baru untuk "membantu organisasi mengintegrasikan aplikasi RFID baru ke dalam sistem rantai pasokan yang ada dan berbagi data tentang lokasi produk, pemesanan dan persediaan dengan pemasok dan pelanggan ".


Untuk menghubungkan dengan RFID, layanan online harus bekerja secara langsung atau tidak langsung dengan setidaknya dua komponen, layanan Obyek Name Service (ONS) dan EPC Infor- bawakan Service (IS EPC), infrastruktur teknologi Auto-ID Center untuk mendukung integrasi aplikasi RFID ke dalam rantai pasokan perusahaan sistem dan untuk berbagi data produk, termasuk EPCs. Seperti ditunjukkan dalam Gambar 3.2, RFID Web layanan mendapat masukan dari EPC IS dan aplikasi RFID (Myerson, 2006).


Paperless and Wireless Logistics System


Paperless merupakan suatu sistem yang diciptakan untuk menglelola sistem administrasi. Ide paperless office mulai mencuat pada akhir tahun 90-an. Filosofinya adalah menggunakan sesedikit mungkin kertas dan digitalisasi dokumen. Manfaatnya adalah meningkatkan produktivitas, hemat biaya, efisien tempat dan mengurangi dampak lingkungan (Samgar, 2008)


Samgar (2008) juga menyatakan bahwa ada beberapa manfaat yang di tawarkan oleh penggunan paperless antara lain:


1)Efisien waktu


2)Manajemen Dokumentasi lebih baik.


3)Kenyamanan kerja lebih baik.


4)Mendukung terjadinya keputusan yang lebih baik.


5)Manajemen lebih terkendali.


6)Membaiknya citra organisasi.


Jaringan wireless adalah teknologi pada sistem jaringan komputer yang sangat praktis dan fleksibel untuk menghubungkan antar komputer secara lokal maupun terkoneksi dengan internet. Selain itu penggunaan teknologi ini akan memberikan kemudahan kepada setiap pengguna komputer (client) tanpa harus memakai saluran kabel untuk terhubung dengan LAN maupun Internet selama area tersebut masih dalam jangkauan frekuensi WiFi (http://wadahqu.blogspot.com).


Teknologi wireless merupakan peralatan untuk berkomunikasi tanpa koneksi fisik. Pada teknologi wireless ini menggunakan transmisi frekwensi radio sebagai alat untuk mengirimkan datanya. Jaringan wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi data. Pengelompokkan jaringan wireless berdasarkan jaringannya ada 3 macam, yaitu : Wireless Wide Area Network (WWAN), WLAN, dan Wireless Personal Area Network (WPAN) (http://wadahqu.blogspot.com).


Saat ini kalau kita perhatikan mulai banyak perusahaan yang mulai menerapkan teknologi tanpa kabel (wireless) atau yang biasa di sebut dengan Wireless Fidelity (WiFi). Hal ini dapat kita lihat banyaknya perusahaan yang menawarkan Hotspot Area (area yang terdapat jaringan internet berbasis WiFi) yang dapat di akses oleh semua orang baik itu secara gratis maupun dengan cara registrasi ke penyedia layanan tersebut (Arief , 2007).

1 komentar:

  1. Free iPad 3!...

    Just submit your email at http://www.freeipad3.allthebestproducts.net and sign up to test Apple's products! You get to keep them afterwards!...

    BalasHapus