Sabtu, 01 Mei 2010

PERANCANGAN MODEL

Karya tuLis bersama yang terLahir atas kerjasama kuat dan keyakikan untuk mendapatkan speciaL award.. masuk tim LKTI UI (Lomba keilmuan Teknik Industri Univ. Indonesia) . ALhamdulillah, paper ini mengantarkan tim LKTI UNS.. berjuang berkutat seputar IndustriaL engineering di UI pada Maret 2010 . Nice experience.. meski tak lolos.. tapi kami bersyukur sudah membawa nama tim UNS maju ke ajang NasionaL . Untuk tim tahun depan, semoga lolos dan leboh membanggakan . amin



Perancangan Model Pengangkatan Air Tanah dengan Sumber Energi Terbaharukan (Solar Cell & Small wind turbin) (Studi Kasus: Penanganan Bencana Kekeringan di NTT)



Abstract

East Nusa Tenggara is a province that vulnerable to be drought. In addition, natural characteristics of NTT which is a dry regions, the El-Nino also contribute to the occurrence of drought. Like a domino effect, drought is the main cause of crop failure that affect to a food shortages and result on famine. Because drought is a cyclical problem, it would require a root-problem determination that can be the basis of the solution to overcome this problem continuously. The role of industrial engineering here is not only as problem finder, but also problem solver. This study discusses about the use of technology and the potential of renewable-energy sources for groundwater pumping as a wise solution during drought.



Key Words: drought, geolistrik, solar cell, , wind turbin.






1. Pendahuluan

Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang rentan terhadap bencana kekeringan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kekeringan yang terjadi hampir setiap tahun. Dalam kondisi normal, curah hujan di NTT berkisar antara 50 mm per satu dasarian. Namun pada tahun 2009 tercatat curah hujan di NTT turun menjadi 40 mm per satu dasarian. Artinya, pada tahun 2009 kondisi curah hujan 80% di bawah normal, atau secara meteorologis termasuk ke dalam daerah kering (Modul LKTI, 2010). Kekeringan ini dipicu oleh fenomena alam El-Nino, yang berlangsung sekitar 12 - 18 bulan. Keadaan ini menyebabkan ketersediaan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan menjadi kurang. Ketika ketersediaan air untuk pertanian kurang, maka kegiatan pertanian masyarakat akan terhambat. Hal ini akan memicu munculnya rawan pangan di daerah krisis air.


winturbinDilihat dari sisi ekonomi, nilai suatu barang akan cenderung naik ketika barang tersebut langka tetapi permintaan tinggi sesuai hukum permintaan. Dalam suatu daerah bencana, harga kebutuhan pokok akan terus naik seiring dengan permintaan. Ketika masyarakat kelas bawah tidak mampu membeli kebutuhan pokok dan juga tidak dapat bertani maka bencana kelaparan pun tidak dapat dihindari. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan suatu upaya penyelesaian yang langsung ke akar permasalahannya, yaitu permasalahan krisis air. Seperti yang telah kita ketahui, mengantisipasi bencana lebih baik daripada menyalurkan bantuan setelah bencana terjadi.


Ditinjau dari karakterisik geografis, NTT mempunyai potensi energi terbaharukan yang melimpah yaitu intensitas sinar matahari dan kecepatan angin yang tinggi sepanjang tahun. Sumber energi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan masalah kekeringan tersebut.


Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan permasalahan yaitu bagaimanakah membangun suatu model reservoir air dengan memanfaatkan energi terbaharukan (sinar matahari dan angin). Usulan program ini ditujukan kepada pihak pemerintah dan diharapkan dapat mengatasi tingkat krisis kekeringan di NTT. Tujuan dari usulan penelitian ini adalah merancang model pengangkatan air dengan sumber energi terbaharukan. Adapun batasan masalah yang digunakan yaitu biaya pengimplementasian dan penentuan titik lokasi gardu tidak dibahas.


downLoad fulL text:


uns_semar_perancangan-model-pengangkatan-air-tanah-dengan-sumber-energi-terbaharukan-solar-cell-small-wind-turbin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar