Rabu, 09 Desember 2009

LONG-HAUL FREIGHT TRANSPORTATION


TRANSPORT FUNDAMENTAL


imagesTransportasi biasanya mempresentasikan element tunggal yang paling penting dalam biaya loggistik untuk kebanyakan perusahaan. Perpindahan barang telah diteleliti dapat menyerap sepertiga sampai dua per tiga dari total biaya logistic. Itulah sebabnya mengapa orang-orang yang berkecimpung dalam bidang logistic perlu memeiliki pemahaman yang baik mengenai masalah transportasi.


Pentingnya Dari Efektifitas Sistem Transportasi


v Persaingan yang lebih besar


Dengan perkembangan system transportasi yang kurang memadahi, cakupan pasar terbatas hanya area atau wilayah disekitar tempat produksi.


Contoh : Dalam banyak pasar, buah-buahan segar, sayuran, dan produk-produk lainnya yang bersifat mudah rusak hanya tersedia pada waktu-waktu tertentu sesuai pola pertumbuhan musiman dan kurangnya kondisi pertumbuhan yang baik. Sebuah system transportasi yang efektif dan efisien dapat menangani masalah ini


v Skala Ekonomi


Semakin besar lingkup pemasaran dapat menyebabkan harga produksi yang rendah. Dengan Semakin besarnya volume yang disediakan dalam pangsa pasar ini , Intensitas kemampupakaian dapat diciptakan dari fasilitas produksi dan keahlian dari buruh. Sebagai tambahan transportasi yang tidak mahal juga dapat merangsang pertumbuhan dari pasar dan produksi.


Observasi masalah :


Suku cadang yang dibuat seperti di Negara Taiwan, Indonesia, Korea Selatan, dan Mexiko biasa dirakait di Amerika Serikat dan dijual di pangsa pasar Amerika Serikat.Tanpa system transportasi yang realiabel dan murah, harga suku cadang diseluruh Amerika akan menjadi sangant mahal dan sulit untuk bersaing dengan produk domestik.


v Pengurangan Harga


Tansportasi yang murah juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengurangan harga produk. Ini terjadi bukan hanya karena peningkatan persaingan dalam pangsa pasar tapi juga karena transportasi adalah sebuah komponen harga dari produksi, penjualan, dan harga distribusi lain yang dapat membuat perbedaan dalam biaya produksi.


Pemilihan Layanan Transportasi dan Karakteristiknya


Pengguna transportasi dapat menggunakan lima macam model dasar transportasi yaitu : Air, Kereta, Udara, Truk, dan Pipa. Faktor–faktor yang digunakan untuk pertimbangan pemilihan layanan transportasi diantaranya :


1. Harga


2. Waktu Transit dan Variabilitinya


3. Kehilangan dan Kerusakan


Transportasi –logistik- marketing interface


Transportasi memindahkan produk ke pasar. Dengan mengerjakan secara cepat dan efisien, transportasi meningkatkan kepuasan pelanggan/konsumen, dimana hal tersebut merupakan komponen penting dalam konsep pemasaran.


Hubungan antara transportasi- logistic- pemasaran ditinjau dari beberapa aspek berikut ;


a. Produkà kemudahan maupun kesulitan dalam transportasi produk, biaya transportasi, kemampuan perlengkapan transportasi, dan kapasitas peralatan untuk mengangkut produk akan berefek pada pengambilan keputusan pada banyak komponen produk mana yang akan diangkut.


b. Hargaà karena transportasi adalah variable biaya dari suatu bisnis, sehingga keadaan harga sangat mempengaruhi kualitas produk dan servis guna meraih keuntungan yang maksimal. Ketidakefisienan dan kelebihan biaya menyebabkan biaya transportasi juga naik.


c. Target pasarà pemasaran produk bergantung pada beberapa hal, termasuk ada dan cukupnya sarana transportasi, biaya transport, dan kemampuan pilihan transportasi yang bersedia mengantar produk tepat waktu.


d. Purchasing (pembelian)à apa yang akan dibeli biasanya ditentukan oleh transportasi. Baik komponen produk, raw material, perlengkapan, komponen, ataupun barang jadi, dari sisi keberadaan, kecukupan, dan biaya transportasi mempengaruhi apa, kapan, dan dimana proses pembelian dilakukan.


e. Fasilitas lokasiàtransportasi mempengaruhi pengambilan keputusan dalam penentuan letak pabrik, gudang, dan retail agar semakin dekat dengan konsumen akhir.


Factor Yang Berhubungan Dengan Produk


Banyak factor yang berhubungan dengan karakteristik produk yang berpengaruh terhadap harga dan biaya transportasi. Factor-faktor tersebut dapat di kategorikan menjadi beberapa grup antara lain :


1. Densityà artinya berat/ volume produk. Produk dengan volume atau berat yang besar maka biaya transportasi juga besar, begitu pula sebaliknya.


2. Stowabilityà adalah derajat produk dapat memenuhi ketersediaan area kendaraan transport. Misalnya pasir, minyak adalah contoh benda yang punya stowability baik, karena dapat memenuhi area transportasi dengan maksimal. Sedangkan contoh benda yang stowabilitynya buruk misalnya mesin, mobil, manusia, dll. Stowability produk bergantung pada ukuran, bentuk dan kerapuhan produk.


3. Liability à sesuatu yang berhubungan dengan produk bernilai tinggi, produk yang mudah rusak, atau produk yang tingkat pencuriannya tinggi, maka perlu suatu fasilitas transportasi yang mendukung sehingga aman saat membawa produk-produk dengan kategori tersebut.


Factor Yang Berhubungan Dengan Pasar


1. Derajat kompetisi intramode dan intermode


2. Lokasi pasar


3. Peraturan pemerintah yang berlaku


4. Keseimbangan atau ketidakseimbangan dari lalulintas muatan di pasar


5. Musiman perpindahan produk


6. Apakah produk ditransportasikan secara domestic atau internasional.


Karakteristik Alat Angkut Transportasi


Terdapat 5 jenis alat transportasi dasar yang biasanya dipilih pabrik sebagai alat angkut produknya : motor, kereta api, udara, air, atau jalur pipa. Walaupun saat ini sudah ada modifikasi atau gabungan diantara alat2 angkut tersebut misalnya motor rail, motor-air, kereta air, dll.


Alat transportasi resmi (legally defined forms of transportation)


Alat angkut tranportasi yang dilegalkan dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu : umum, kontrak, bebas, atau pun pribadi.


1. Kendaraan umum à menawarkan pelayanannya kepada untuk ekpedisi/pengiriman produk ke suatu tempat yang belum menentu.


2. Alat angkut kontrakà kendaraan/alat angkut yang disewa untuk membawa suatu produk yang terbatas dan hanya yang sesuai kontrak yang telah disepakati.


3. Alat angkut bebas(exempt)à alat angkut yang disewakan untuk mengangkut produk tertentu misalnya produk pertanian, peternakan, ikan, dan biji-bijian.


4. Alat angkut swastaà swasta berarti tidak disewakan dan bukan merupakan kendaraan yang terkait dengan peraturan daerah. Biasanya digunakan untuk mengangkut produknya sendiri.


Model Dasar Transportasi


1. Motorà motor merupakan alat angkut yang dominan sejak tahun 1960an yang bias membawa lebih dari 75% produk, produk makanan, konveksi, dan rokok.


Motor vs Alat angkut udaraà alat angkut udara mempunyai kelebihan yaitu dapat mengangkut lebih banyak produk untuk jarak tempuh yang panjang. Tetapi akan lebih efisien jika jarak tempuh kurang dari 1000mill digunakan alat angkut motor biasa.


Motor vs Alat angkut rel à digunakan untuk mengangkut produk dengan ukuran sampai dengan 100000 pon dan jarak tempuhnya panjang yaitu 500 mill.


Dalam dunia industry kategori alat angkut ada dua yaitu :


· General Freight Carriers ( alat angkut umum)à berupa alat angkut antarkota, alat angkut segala jenis produk, misalnya truk, dan kendaraan umum lainnya


· Specialized carriers à membawa produk-produk tertentu misalnya alat berat, minyak dan oli, produk beku, komoditi pertanian, kendaraan bermotor, ala-alat rumah tangga, dan perlengkapan khusus lainnya.


2. Rail / kereta api


Transportasi kereta merupakan transportasi yang rendah biaya dibandingkan motor dan udara. Kereta api biasanya hanya ada di daerah metropolitan, dan di suatu daerah yang komunitasnya sedikit. Sehingga jalur/ jaringan kereta api tidak terlalu luas. Akan tetapi kereta api mengurangi bentuk dan fleksibilitas dibandingkan motor karena keterbatasan fasilitasnya.


3. Air (udara)


Transportasi udara merupakan transportasi yang berbiaya tinggi. Ketika suatu produk harus segera ditransferke suatu lokasi secara cepat, maka alat angkut udara mampu mengantarkannya dalam waktu yang singkat.


4. Water (air)


Terbagi dalam 4 kategori yaitu :


a. Transportasi antarpulau misalnya di sungai dan bendungan


b. Danau


c. Pantai/ laut


d. Laut internasional


5. Jalur pipa


Jalur pipa digunakan kurang lebih 19% dari seluruh alat angkut domestic/ lalulintas antar kota yang dapat menempuh ton-ton’an mill. Jalur pipa bias mengangkut produk-produk dalam jumlah terbatas, misalnya gas alam, minyak mentah, produk-produk minyak tanah, air, bahan kimia, dan produk slurry misalnya batubara. Batubara ini berbentuk bubuk, atau yang sudah terlarut dalam air, kemudian diangkut dengan jalur pipa.


Jalur pipa dapat mengangkut produk dengan tepat waktu karena factor berikut :


a. Aliran produk yang diantar di control oleh computer


b. Kerusakan atau kehilangan produk selama proses pengangkutan jarang terjadi.


c. Kondisi iklim mempunyai efek minimal saat proses pengengkutan produk via jalur pipa.


d. Jalur pipa tidak membutuhkan banyak pekerja/operator, sehingga meminimalkan operator absen dari pekerjaannya.




Perbandingan moda transportasi domestic

























































































































motor



rail



air



water



pipeline



Karakteristik ekonomi













cost



moderat



rendah



tinggi



rendah



rendah



Cakupan pasar



Point-to point



Terminal to terminal



Terminal to terminal



Terminal to terminal



Terminal to terminal



Derajat kompetisi



banyak



moderat



moderat



sedikit



sedikit



Lalulintas utama



Semua tipe



Rendah-moderat, moderat- kepadatan tinggi



Tingkat tinggi, rendah- kepadatan moderat



Tingkat rendah, kepadatan tinggi



Tingkat rendah, kepadatan tinggi



Rata2 panjang angkut



Pendek- panjang



Sedang-panjang



Sedang-panjang



Sedang-panjang



Sedang-panjang



Kapasitas peralatan(ton)



10-25



50-12000



5-125



1000-6000



30000-2.500.000



Karakteristik servis













Kecepatan transit



moderat



lambat



cepat



lambat



lambat



ketersediaan



tinggi



moderat



moderat



rendah



rendah



Konsistensi



tinggi



moderat



moderat



rendah



rendah



Hilang dan Rusak



rendah



Moderat-tinggi



rendah



Rendah-moderat



rendah



Fleksibilitas



tinggi



moderat



Rendah-moderat



rendah



rendah





Kombinasi Intermoda Transportasi


Disamping ke-5 alat angkut dasar, kini terdapat pula kombinasi intermodal transportasi yang tersedia untuk kegiatan pengiriman dan pengangkutan barang. Contoh yang terkenal adalah Trailer On Flactar ( TOFC), piggyback, container on flatcar (COFC), dan roadrailers.


Peraturan dan Deregulasi Transportasi


Terdapat dua area besar dalam peraturan/regulasi trasnportasi yaitu ekonomi dan keselamatan lingkungan. Peraturan ekonomi mempengaruhi banyak pengambilan keputusan logistic pada suatu area, seperti memilih alat angkut/moda transportasi, tariff transport dan servis, penjadwalan. Sedangkan peraturan tentang safety environmental meliputi peraturan tentang standar pekerja, kondisi kerja dari operator transportasi, material alat angkut yang berbahaya, maintenance kendaraan, asuransi, polusi, dan elemen lain yang berhubungan dengan K3.


Deregulasi terhadap moda transportasi menyebabkan efek yang signifikan pada tansportasi motor, kereta api, udara, air, dan jalur pipa. Beberapa area yang sangat terpengaruhi antara lain tariff, pasar, penggunaan tenaga kontrak, rute dan penjadwalan, adanya penggabungan/merger, tingkat layanan, dan penggunaan jasa broker.


Aspek Global Transportasi


1. Udara dan Air merupakan alat angkut utama untuk transportasi internasional.


2. Transportasi Internasional memakan biaya lebih mahal disbanding transportasi domestic


3. Landbrigde yaitu pelayanan, servis yang mana barang dari luar negrei menyeberang dari satu Negara ke Negara lainnya.



DECISION STRATEGIES IN TRANSPORTATION


Managemen Transportasi dan Lalu lintas


1. Transportasi harus menghubungkan tiap departemen baik didalam maupun diluar system logistic, misalnya akunting (biaya pengangkutan), engineering (pengepakan, perlengkapan transportasi), managemen inventori (raw material, part, komponen, dan finish good), legal (gudang dan kontrak angkutan), manufaktur (pengiriman JIT), pembelian (percepatan dan pemilihan supplier), marketing (standar pelayanan pelanggan), penerimaan (klaim, dokumentasi), dan pergudangan (penyedia perlengkapan, penjadwalan).


2. Hubungan Carrier-Shipper


Hubungan antara carrier dan shipper (pengirim dan pengangkut) secara langsung berpengaruh pada kemampuan managemen transportasi. Shipper bertugas pada alamat pengiriman baik dengan transportasi inbound ataupun outbound, pemilihan moda transportasi, kontrak/ outsource transportasi, dan strategi partner dan kerjasama. Sedangkan carrier bertugas menentukan biaya/ negosiasi, routing dan penjadwalan, penyediaan layanan, kompetisi, dan kegiatan marketing.



Manajemen Dasar Lalu Lintas


Tabel Area supply chain yang dipengaruhi oleh transportasi

















































Planning



Procurement



Manufaktur



Distribusi



Network dan aset



Landed cost



Perpindahan interplant



Load plans



Rationalisasi



Inbound in transit



JIT and Other



Pick List



Lead time



Inventory



Specialized service



Shipping documentation preparation



Vendor sourcing



Management





Penjadwalan dock



EOQ



Mengurangi Raw Material dan WIP





Outbound Shipment management









Model carrier selection





Manajemen dasar lalulintas mempunyai beberapa elemen utama yaitu :


1. Dokumentasi


Manager lalulintas menggunakan beberapa jenis dokumen ketika mengirim produk kepada pelanggan: rekening muatan( bill of lading), rekening ongkos pengangkutan, klaim pengangkutan, dan shipping manifest.




  1. Bill Of Lading à merupakan document dasar transportasi yang berisi kontrak antara shipper dan carrier. Bill of lading berisi informasi tentang asal pengirim ( nama dan lokasinya), deskripsi produk yang di bawa, berat dan kuantitasnya, perjanjian kontrak, dan tujuan pengiriman produk.

  2. Freight Bill à adalah faktur dari pengangkut yang dapat dibayar dimuka maupun dikumpulkan terlebih dulu. Kebanyakan freight bill di kerjakan secara elektronik sehingga mengurangi ongkos dan eror dalam penghitungan, serta proses kerjanya cepat. Selain sebagai faktur, FB juga digunakan sebagai pengingat kedatangan barang dan surat bukti pengiriman.

  3. Shipping manifaest à digunakan ketika pengiriman multiple atau terjadi pada pemberhentian (transit) pada satu kendaraan yang digunakan untuk transport. Dokumen ini menggunakan kombinasi rekening muatan, daftar pemberhentian setiap transit, daftar penerima barang, dan karakteristik produk. Shipping manifest merupakan kesimpulan dari banyak pengiriman yang ditransportasikan dengan kendaraan single.

  4. Freight claimà penting digunakan saat terjadi kehilangan atau kerusakan pada barang yang di transportasikan.

  5. Claim handlingà melibatkan pencatatan actual, perawatan, dan monitoring dari klaim produk yang timbul sebagai bentuk tanggung jawab pengirim apabila terjadi kehilangan atau kerusakan pada barang.

  6. Freight Bill Auditingà suatu proses dilakukan oleh pengirim untuk menjamin tingkat ketepatan produk yang dibebankan pada setiap pengiriman. Karena eror dapat terjadi, sehingga setiap pengirim harus menge-cek potensi masalah yang bias timbul apabila terjadi ketidaktepatan pengiriman.

  7. Carrier Rate Negotiation à dibawah lingkungan managemen supply chain yang baik, partnership, dan strategi aliansi, proses negosiasi optimal seharusnya bias menghasilkan win-win solution untuk semua komponen (baik carrier maupun shipper).

  8. Shipment Tracking and Expeditingà menjadi sesuatu yang dibutuhkan karena mampu menyediakan informasi secara real-time mengenai pesanan dan produk yang dapat ditransportaisikan. STE membutuhkan monitoring dan administrasi yang dilakukan oleh sesorang dan perlengkapannya (ex computer, dan system informasi) sehingga mampu beraktivitas secara optimal, dimana baik shipper maupun carrier tergabung sebagai partner.


2. Shippers Perspective (perspektif pengirim)


1. Inbound and Outbound Transportation


Biaya transportasi inbound dan outbound dapat dihitung sebanyak 10-20% dari harga produk bahkan kadang-kadang lebih besar. Shippers dapat meningkatkan kualitas transportasi mereka dengan cara mengatur penjadwalan dan rute dari tiap kendaraan, manajemen kendaraan swasta, penggabungan pengiriman, mengadakan kontrak, dan melakukan negosiasi.


2. Mode/ Carriers Selection


Biaya dan pelayanan sering menjadi factor dalam pemilihan moda transportasi :


a. Faktor yang berhubungan dengan biaya


- Biaya angkut


- Biaya angkut material inventory pada jalur pipa


- Biaya angkut material persediaan berjalan pada lokasi tujuan


- Biaya angkut safety stock


- Biaya angkut yang diperlukan untuk memproses inventori guna memenuhi jalur pipa


b. Faktor yang berhubungan dengan pelayanan


- Pelayanan berkualitas


- Dampak dan kemampuan pengiriman


- Keakuratan rekening biaya kirim


- Kemampuan Electronic data interchange ( EDI)


- Berpotensi untuk membangun hubungan relasi yang menguntungkan


- Keterbatasan kapasitas kargo


- Mampu menyediakan pelayanan tanpa merusak barang saat proses transit.


- Kemampuan untuk pengiriman internasional


- Bisa bernegosiasi



Penyewaan Kendaraan Swasta


Kendaraan milik swasta merupakan sarana transportasi yang digunakan untuk memindahkan produk dari perusahaan ke organisasi penjualan dimana kendaraan tersebut milik perusahaan itu sendiri. Pengiriman swasta seharusnya bias dilihat tidak hanya sebagai alternative transportasi tetapi juga sebagai alternative financial.


Ada 10 langkah yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk mengevaluasi pemilihan pengiriman swasta ;




  1. Mendefinisikan masalahà meninjau masalah transportasi dari sisi pelanggan, pengirim, dan moda transportasi

  2. Membangun objek transportàberdasarkan tingkat pelayanan konsumen dan biaya yang dikeluarkan selama proses logistic.

  3. Mengumpulkan informasi yang saling berkaitanà misalnya data inventori, prosedur pengiriman, karakteristik produk, asal dan tujuan, volume dan berat, biaya yang berkaitan dengan proses pengiriman.

  4. Menentukan biaya awalà dilakukan dengan pendekatan total cost termasuk didalamnya biaya transportasi dan biaya total jaringan logistic yang dilalui.

  5. Menganalisa operasi sekarangàtermasuk didalamnya data kualitatif dan kuantitatif yang berkaitan dengan biaya.

  6. Membangun alternativeà dimulai dengan mereview level biaya servis dari setiap fungsi yang dapat mengidentifikasi masalah, serta membuat usulan alternative mana yang mampu memberikan solusi terbaik dari masalah tersebut.

  7. Menentukan biaya kendaraan swasta/ privatàorganisasi menghitung semua biaya yang berkaitan dengan pengadaan kendaraan pribadi, dan menentukan apa pengaruhnya terhadap biaya total perusahaan.

  8. Mempertimbangkan faktor tidak langsungà misalnya image perusahaan, kompetisi, iklan kendaraan, pengaruh serikat pekerja, keterampilan manajemen dibutuhkan untuk membangun dan mengontrol system, dll.

  9. Menyimpulkan alternative à termasuk didalamnya adalah biaya, kebutuhan modal, dan faktor tidak langsung.

  10. Membuat keputusanà keputusan diambil berdasarkan kesimpulan alternative yang terbaik.






3. Carriers Perspective


Ada 3 tipe biaya umum yang harus dipahami dalam carriers perpective :


1. Fully allocated costà termasuk semua biaya yang berhubungan dengan perpindahan, transport dari suatu pengiriman.


2. Semivariabel costà semua biaya transportasi kecuali overhead


3. Out of packet costàhanya terdiri dari biaya yang menuntut pengeluaran actual untuk menunjukkan perpindahan alat angkutan.



Transportation Productivity


Kesempatan Peningkatan biaya dilakukan dengan cara berikut ini :


1. Kesempatan taktis:




  • Mengetahui tariff terakhir dan pengaruh biaya angkut yang lebih rendah yang menyebabkan level servis konsisten.

  • Menjamin bahwa tariff berada dibawah tariff kontrak dan harganya kompetitif.

  • Mengontrol muatan dalam negeri (inbound)

  • Mengeliminasi fungsi audit rekening muatan



2. Kesempatan Strategi




  • Meneliti penggunaan alat-alat otomasi

  • Menggabungkan tariff muatan dan waktu transit dengan pesanan masuk

  • Menyediakan sumber daya transportasi untuk fungsi penjualan

  • Mengidentifikasi kesempatan dimana pekerjaan pengangkutan mampu mengurangu biaya servis.



Peningkatan produktivitas dapat dikategorikan dalam 3 grup :


1. Peningkatan pada system transportasi baik desain maupun metode, peralatan, dan prosedurnya.


2. Peningkatan pada penggunaan tenaga kerja dan perlengkapannya (ex.operasi borongan, system rute dan penjadwalan, kendaraan konsolidasi, dll)


3. Peningkatan pada performa tenaga kerja dan perlengkapannya (ex. Standar aktivitas menyupir, peningkatan manajemen lini pertama, pembuatan database transportasi, pemberian insentif, program peningkatan efisiensi bahan bakar)



TRANSPORT FUNCTIONALITY


Product Movement


Nilai dasar yang diberikan oleh transportasi terhadap produk dalam bentuk bahan-bahan, komponen, bekerja-di-proses, atau barang jadi pada proses bisnis adalah memindahkan inventaris ke tahap berikutnya. Nilai proposisi utama transportasi produk adalah gerakan rantai suplai dari atas dan ke bawah. Kinerja transportasi sangat penting untuk manufaktur, dan distribusi pasar. Transportasi juga memainkan peran penting dalam pelaksanaan reverse logistik. Tanpa mengandalkan transportasi, sebagian besar kegiatan komersial tidak bisa berfungsi. Transportasi sendiri membutuhakn waktu, keuangan, dan sumber daya alam.


Product Storage


Aspek invisible dari transportasi adalah penyimpanan produk. Kendaraan transportasi juga dapat digunakan untuk penyimpanan produk dari asal ke tujuan pengiriman, meskipun relatif mahal fasilitas penyimpanannya. Proposisi nilai utama dari transportasi adalah gerakan, sebaliknya, kendaraan yang berkomitmen untuk penyimpanan tidak tersedia untuk transportasi. A trade-off terjadi antara menggunakan kendaraan transportasi versus menempatkan sementara produk dalam sebuah gudang. Jika kegiatan inventarisasi dijadwalkan untuk bergerak dalam beberapa hari ke lokasi yang berbeda, biaya bongkar muat, pergudangan, dan reload produk dapat melebihi biaya sementara menggunakan kendaraan transportasi untuk disimpan.


TRANSPORT PRINCIPLES


Skala ekonomi dalam transportasi adalah biaya per unit berat menurun ketika ukuran pengiriman meningkat. Sebagai contoh, pengiriman truk yang memanfaatkan seluruh kemampuan kendaraan memiliki biaya lebih rendah per pon daripada pengiriman kecil yang memanfaatkan sebagian terbatas kapasitas kendaraan. Hal ini juga secara umum benar bahwa kapasitas yang lebih besar kendaraan transportasi jalur kereta api dan air lebih murah per unit dari kapasitas kecil kendaraan seperti truk dan udara. Transportasi skala ekonomis ada karena biaya tetap yang terkait dengan perpindahan beban yang dialokasikan atas meningkatnya berat. Meliputi biaya tetap administrasi yang berkaitan dengan penjadwalan, biaya peralatan, waktu posisi kendaraan untuk memuat atau membongkar, dan faktur. Biaya semacam itu dianggap tetap karena mereka tidak berbeda dengan ukuran pengiriman.


Jarak Ekonomis mengacu pada penurunan biaya transportasi per unit sebanding peningkatan jarak. Misalnya, 800 mil pengiriman biaya akan kurang untuk melakukan pengiriman dari dua berat yang sama setiap bergerak 400 mil. Ekonomi transportasi jarak sering disebut sebagai prinsip runcing. Alasan untuk jarak ekonomi serupa dengan skala ekonomis. Secara khusus, jarak jauh memungkinkan biaya tetap akan tersebar di sepanjang mil, sehingga menurunkan biaya per mil. Prinsip-prinsip skala ini sangat penting ketika mengevaluasi Alternatif transportasi. Tujuan dari perspektif transportasi adalah untuk memaksimalkan ukuran beban dan jarak yang dikirimkan sehingga masih tetap bisa memenuhi pelayanan ke pelanggan.


Pengirim dan penerima barang


Pengirim dan penerima barang adalah mereka mempunyai kepentingan bersama dalam memindahkan barang dari asal ke tujuan dalam waktu tertentu pada biaya terendah. Layanan yang berkaitan dengan transportasi ini termasuk pickup dan pengiriman periodik, prediksi waktu transit, dan meminimumkan kerusakan dan serta akurat dan tepat waktu pertukaran informasi dan faktur.


Agen Carrier


Pengangkut, merupakan bagian pebisnis yang melakukan jasa transportasi, dengan keinginan memaksimalkan pendapatan untuk tiap gerakan dan meminimalkan biaya yang terkait. Sebagai bisnis jasa, biaya camers ingin pelanggan mereka tingkat tertinggi dan meminimalkan kemungkinan tenaga kerja, bahan bakar, dan biaya kendaraan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan gerakan.


Pemerintah


Pemerintah memiliki kepentingan di bidang transportasi karena pentingnya layanan handal untuk ekonomi dan kesejahteraan sosial. Pemerintah menginginkan lingkungan transportasi yang stabil dan efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kestabilan dan efisiensi lingkungan transportasi mensyaratkan operator menyediakan layanan esensial terhadap biaya yang masuk akal. Karena dampak langsung transportasi pada keberhasilan ekonomi, pemerintah secara tradisional juga sangat terlibat dalam praktek-praktek daripada kebanyakan perusahaan-perusahaan komersial lainnya.


Internet


Sebuah perkembangan terbaru di industri transportasi adalah beragam luas layanan berbasis lnternet. Keuntungan utama dari komunikasi berbasis Internet adalah kemampuan pembawa untuk berbagi informasi real time dengan pelanggan dan pemasok. Selain komunikasi internet langsung antara perusahaan yang terlibat dalam operasi logistik, berbagai usaha berbasis web telah diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir. Seperti perusahaan berbasis web biasanya menyediakan dua jenis pasar. Yang pertama adalah pasar untuk bertukar informasi untuk pencocokan barang pengangkut kapasitas yang tersedia pengiriman. Ini layanan berbasis Web juga menyediakan pasar untuk memfasilitasi transaksi.


Masyarakat umum


Peserta sistem transportasi terakhir adalah masyarakat yang berkaitan dengan aksesibilitas transportasi, biaya, dan efektivitas serta lingkungan dan standar keselamatan. Publik secara tidak langsung menciptakan permintaan transportasi dengan membeli barang. Dan meminimalkan biaya transportasi penting bagi konsumen, juga melibatkan keprihatinan dampak lingkungan dan keselamatan. Efek dari polusi udara dan tumpahan minyak transportasi merupakan isu sosial yang signifikan terkait di dalamnya. Biaya dampak lingkungan dan keselamatan pada akhirnya dibayar oleh konsumen.


TYPES OF REGULATION


Regulasi ekonomi


Praktik bisnis adalah bentuk tertua kendali pemerintah. Untuk memberikan layanan transportasi dan diandalkan untuk mendorong pembangunan ekonomi, baik pemerintah federal dan negara bagian telah secara aktif terlibat dalam regulasi ekonomi. Selama lebih dari 100 tahun, peraturan pemerintah berusaha untuk membuat transportasi adil dapat diakses dan ekonomis untuk semua tanpa diskriminasi. Kebijakan peraturan telah dibuat dengan harapan untuk mendorong kompetisi di antara perusahaan-perusahaan transportasi milik pribadi. Untuk mendorong persediaan transportasi yang ekonomis dan luas, pemerintah melakukan investasi dalam infrastruktur publik seperti jalan raya, bandar udara, air, dan air yang dalam port. Namun, untuk benar-benar memberikan jasa transportasi, pemerintah mendukung dan diatur sistem milik pribadi untuk-menyewa pembawa.


Keselamatan dan Peraturan Sosial


Berbeda dengan langsung mengurangi regulasi transportasi, tren lain pada 1970-an dan 1980-an diperluas keselamatan dan regulasi sosialnya. Sejak dimulai pada tahun 1966, Departemen Perhubungan telah mengambil peran aktif dalam pengendalian transportasi dan penanganan bahan-bahan berbahaya dan aturan-aturan yang berkaitan dengan pengemudi maksimum jam dan keselamatan. Bentuk regulasi itu dilembagakan oleh bagian dari Undang-Undang Keselamatan Transportasi 1974, yang secara resmi dibentuk peraturan keselamatan dan sosial sebagai inisiatif pemerintah. Undang-undang yang substansial mempengaruhi kinerja logistik disahkan selama tiga dekade berikutnya. Bahan yang Berbahaya Undang-Undang Keselamatan Transportasi Uniform 1990, yang menyediakan kontrol pemerintah federal desain peralatan, bahan-bahan berbahaya klasifikasi, pengemasan, dan penanganan, mengambil negara bagian dan diutamakan daripada peraturan lingkungan setempat. Penekanan pada keselamatan transportasi telah meningkat karena terkait tuntutan hukum lingkungan dan tanggung jawab.


TRANSPORTATION STRUCTURE


Struktur transportasi barang yang terdiri dari rights-of-way, kendaraan, dan operator yang beroperasi dalam lima dasar model transportasi.. Lima dasar modus transportasi kereta api, jalan tol, air, pipa, dan udara.


TRANSPORTATION SERVICE


Layanan transportasi dicapai dengan menggabungkan kemampuan model transportasi yang ada. Sebelum deregulasi kebijakan pemerintah beroperasi, pembawa barang terbatas dalam satu model. Membatasi seperti kepemilikan berusaha untuk mempromosikan kompetisi antara model dan membatasi potentinya untuk praktek-praktek monopoli. Setelah deregulasi pembawa barang bebas untuk mengembangkan pelayanan modal terpadu dalam upaya untuk lebih efisien dan efektif memenuhi kebutuhan pelanggan. Bagian berikut mengulas berbagai layanan saat ini ditawarkan oleh berbagai operator. Deskripsi juga termasuk contoh pembawa wakil dari masing-masing kategori.


1. Tradisional Carriers


Pembawa barang yang paling dasar jenis transportasi adalah perusahaan yang menyediakan layanan hanya menggunakan salah satu dari lima dasar model angkutan. Fokus pada satu modus operasional memungkinkan maskapai menjadi sangat khusus. Meskipun modus single-operator dapat menawarkan transportasi yang sangat efisien, seperti spesialisasi menimbulkan kesulitan bagi pengirim yang menginginkan solusi transportasi intermodal karena perlu negosiasi dan perencanaan bisnis dengan beberapa operator. Airlines adalah sebuah contoh dari satu model carrier untuk kedua barang dan layanan penumpang batas yang secara tradisional layanan dari bandara ke bandara. Sejak deregulasi sebagian besar pembawa layanan yang mengembangkan multimodal memfasilitasi integrasi.


2. Package Service


Selama beberapa dekade ada masalah serius dalam perantara kecil yaitu ketersediaan transportasi. Sulit bagi angkutan umum untuk memberikan harga terjangkau layanan pengiriman kecil karena biaya overhead yang terkait dengan terminal dan jarak garis operasi. Ini memaksa camers overhead motor untuk membebankan biaya minimum. Minimum ini pada umumnya dalam kisaran $ 100, tanpa memandang ukuran atau jarak pengiriman. Karena biaya minimum dan kurangnya alternatif, kesempatan yang ada bagi perusahaan-perusahaan yang menawarkan layanan khusus untuk memasuki smalI-pengiriman atau layanan paket-pasar.



3. Intermodal Transportation


Transportasi Intermodal menggabungkan dua atau lebih model untuk mengambil keuntungan dari ekonomi yang melekat dari masing-masing dan dengan demikian memberikan pelayanan terpadu pada biaya total yang lebih rendah. Banyak upaya telah dilakukan bertahun-tahun untuk mengintegrasikan model transportasi yang berbeda. Modal awal usaha koordinasi melacak kembali ke awal 1920-an, tetapi selama periode awal, kerjasama ini dapat dikendalikan oleh batasan peraturan yang dirancang untuk membatasi praktik-praktik monopoli. Intermodal persembahan mulai mengembangkan lebih berhasil selama tahun 1950-an dengan kedatangan kereta api dan motor terpadu jasa layanan umum disebut kuda-kudaan. Intermodal umum ini menggabungkan fleksibilitas pengaturan motor untuk jarak pendek dengan garis-haul rendah biaya yang terkait dengan kereta api untuk jarak yang lebih jauh.


4. Perantara Non-operating


Keseluruhan industri transportasi juga meliputi beberapa jenis bisnis yang tidak memiliki peralatan atau mengoperasikan peralatan. Non-operating ini adalah perantara layanan broker ke perusahaan lain. Seorang broker transportasi agak ketat dengan grosir dalam saluran market. Non-operating perantara membenarkan fungsi ekonomis mereka dengan menawarkan tarif rendah untuk Pengiriman antara dua lokasi daripada pengiriman langsung melalui pengangkut umum. Karena keanehan di tarif struktur pembawa secara umum, seperti minimum biaya pengiriman, biaya tambahan, dan kurang-dari-tingkat volume, ada kondisi dimana perantara dapat memfasilitasi nonoperating tabungan untuk Pengirim. Menariknya, ada kasus di mana tingkat biaya perantara nonoperating lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh operator. Pembenaran untuk biaya yang lebih tinggi didasarkan pada kemampuan untuk mengatur pengiriman lebih cepat dan / atau layanan yang lebih lengkap. Perantara utama adalah barang forwarders, pengirim asosiasi, dan broker.


LONG-HAUL FREIGHT TRANSPORTATION


Pelaku


Beberapa pelaku dilibatkan di dalam transportasi bermuatan (freight transportation). Pengirim-pengirim, termasuk di dalamnya produsen-produsen dan broker, memulai permintaan untuk transportasi. Alat angkut, seperti jalan kereta api, kendaraan bermotor dan perkapalan, menawarkan jasa transportasi. Beberapa pengirim mengoperasikan armada transportasi mereka sendiri sehingga mereka bertindak sebagai pengangkut.


Masalah Transportasi Perjalanan Panjang Versus Perjalanan Singkat


Di dalam transportasi bermuatan dengan perjalanan panjang (Long-Haul Freight Transportation), barang-barang dipindahkan dalam jarak yang relatif jauh, antara terminal-terminal atau fasilitas-fasilitas yang lain (pabrik-pabrik, gudang-gudang, dll.). Komoditas bisa diangkut dengan truk, rel, kapal atau kombinasi dari alat angkut yang ada.


Sebaliknya, di dalam transportasi bermuatan dengan perjalanan singkat, barang-barang diangkut, biasanya dengan truk, antara pick-up dan titik pengiriman diletakkan di dalam bidang yang sama (misalnya antara gudang, atau terminal, dan pelanggan-pelanggan). Tugas-tugas tersebut berasal dari jangka waktu yang pendek (jauh lebih pendek dibanding suatu shift kerja) dan kendaraan angkut dirancang melalui suatu urutan tugas.


Penggolongan Jasa Transportasi Perjalanan Panjang


Di dalam transportasi yang dioperasikan secara pribadi, muatan harus dipindahkan dari sejumlah sumber yang terbatas (misalnya pabrik dan gudang) ke beberapa tujuan (misalnya lokasi-lokasi eceran/retail dan pelanggan-pelanggan/customer). Ini adalah kasus dari operasi armada truk pribadi dan industri pengiriman muatan. Sistem transportasi few-to-many ini secara relatif lebih sederhana digunakan untuk mengatur dibandingkan dengan sistem many-to-many yang dioperasikan oleh alat angkut publik. Dalam sistem yang demikian, permintaan transportasi biasanya terdiri dari beberapa kelas lalu lintas, masing-masing ditandai oleh satu asal-muasal, suatu tujuan, suatu kelas komoditas dan suatu tonase muatan. Jasa pengangkut publik dapat disesuaikan atau berbasis konsolidasi.


Di dalam transportasi yang standar, seperti perusahaan truk TL dan pengiriman muatan, suatu alat angkut melayani suatu permintaan pengiriman pada waktu yang sama. Ketika suatu pengirim dipanggil, suatu alat angkut dan suatu anak kapal dikirim ke suatu titik pengambilan. Barang-barang kemudian dimasukkan dan alat angkut mengirimkannya ke suatu titik penyerahan. Akhirnya, alat angkut dikosongkan dan tim pengemudi diminta untuk memindahkan dan mengosongkan ke suatu lokasi yang baru (baik suatu titik pengambilan yang baru atau suatu titik kembali). Karenanya, rute alat angkut dibuat dalam satu cara yang berkelanjutan ketika permintaan pelanggan datang.


Di dalam transportasi bertipe konsolidasi, seperti perusahaan truk LTL dan pengiriman muatan kapal, pelayanan tidak dilakukan secara individual. Sebuah alat angkut oleh karena itu dapat dimungkinkan memindahkan muatan dari pengirim-pengirim yang berbeda dengan kemungkinan pasangan sumber dan tujuan yang berbeda. Pengangkut-pengangkut menetapkan rute-rute reguler, masing-masing rute tersebut ditandai oleh suatu frekuensi yang diberikan.


Biaya yang Relevan


Sebelum menggambarkan permasalahan keputusan utama yang timbul di dalam transportasi muatan, sangat penting bagi kita untuk menguraikan berbagai biaya-biaya variable (motion cost). Biaya-biaya variabel dapat digolongkan sebagai biaya transportasi dan biaya handling.


Biaya transportasi diantaranya:


1. Ongkos operasi suatu armada.


2. Biaya yang dibayar oleh suatu alat angkut untuk mengangkut suatu pengiriman.


3. Biaya yang dibayarkan untuk menyewa alat angkut.


4. Ongkos pengiriman ketika suatu alat angkut umum digunakan


5. Biaya Handling.




Permasalahan umum keputusan.


Pada prinsipnya, mengatur suatu sistim transportasi menimbulkan beberapa permasalahan keputusan..


1. Permasalahan umum keputusan termasuk, dalam level yang strategis, suatu definisi yang luas dari strategi pengoperasian sistem, perancangan jaringan fisik (bila ada) dan pengadaan sumber daya yang mahal, seperti pesawat udara. Di level strategis, suatu pengangkut harus memutuskan jenis dari komoditas untuk diangkut dan pasangan origin–destination untuk dilayani. Lebih dari itu, banyaknya terminal-terminal (seperti. crossdocks atau stasiun-stasiun kereta api) semestinya digunakan dan lokasi-lokasi mereka harus ditentukan. Untuk sistem transportasi umum, pertama harus diputuskan hampir semua armada yang layak dan jumlah crew yang diperlukan.


2. Level yang taktis meliputi alokasi sumber daya yang ada (alat angkut, crew, dll.) seperti juga pembelian kapasitas tambahan untuk mengatasi variasi-variasi di dalam permintaan. Pada level taktis, satu keputusan yang penting adalah perancangan jaringan dimana jasa transportasi akan ditawarkan (jaringan layanan/service network). Masalah ini terdiri dari penentuan karakteristik-karakteristik (frekuensi, jumlah pemberhentian sementara, dll.) dari rute-rute yang dioperasikan, lalu lintas jalan yang dilewati, peraturan operasi untuk masing-masing terminal, seperti juga posisi kembali alat angkut dan kontainer-kontainer yang kosong. Harga dari perjalanan muatan yang penuh harus ditentukan lebih dahulu pada sistem transportasi khusus.


3. Level operasional, fokus itu disesuaikan dengan penjadwalan alat angkut dan crew untuk mempertimbangkan detik terakhir kejadian, seperti modifikasi-modifikasi order/pesanan, kesalahan peralatan, serangan-serangan dan kondisi cuaca yang kurang baik. Pada level operasional keputusan-keputusan yang penting berhubungan dengan alokasi dinamik sumber daya seperti traktor, kereta gandeng, kontainer dan crew, tanpa suatu pengetahuan yang penuh tentang permintaan-permintaan di masa depan.

4 komentar:

  1. akhirnya blognya update lagi,,,

    BalasHapus
  2. dah update blog tentang sislog,,,oya btw dah ngerjain tugas sislog lum,,,kayanya dah ahli nih.hahahaha.........

    @tea: ^^ .. sudah sekarang sudah bisa jawab sudah mengerjakan .. heee

    BalasHapus
  3. materi yg ada di blog ini sangat menarik...saya ada beberapa pertanyaan:
    1. adakah standarisasi keselamatan transportasi heavy cargo via laut??

    BalasHapus
  4. heyah...

    [...]LONG-HAUL FREIGHT TRANSPORTATION | Tea Shafiyyah[...]...

    BalasHapus